Kamis, 17 Mei 2012

10 Makhluk Laut Pra Sejarah Yang Mengerikan

1. Acrophyseter

Bayangkan sebuah silang antara paus orca dan paus sperma. Hewan ini adalah ikan paus yang memakan paus lain. Ini memiliki gigi terbesar dari setiap binatang yang pernah menggunakan gigi mereka untuk makan. Hewan ini merupakan kerabat dekat Paus sperma yang saat ini kita kenal. Hewan ini berukuran 13-17 meter dan lebih menyukai memakan hewan yang relatif besar dari tubuhnya. Hewan ini mempunyai gigi yang mengerikan dan berbeda dari kerabatnya, Paus Sperma Fosil Acrophyseter telah ditemukan di Peru, yang hidup dalam periode Miosen 12 juta tahun yang lalu. Zaman ini sangat baik dalam sejarah perkembangan anjing laut, pinguin raksasa, dan hiu kolosal, serta lumba-lumba raksasa.

2. Edestus

Edestus adalah genus dari ikan hiu yang pernah hidup di seluruh lautan dunia selama akhir periode jaman Karbon. Panjang Edestus sekitar tujuh meter dan merupakan salah satu predator atas lautan. Namun, para ilmuwan masih tidak tahu bagaimana hewan tersebut menggunakan gigi yang luar biasa itu, hewan ini tidak pernah kehilangan gigi usang dan menggantinya dengan yang baru tumbuh di baris belakang, seperti hiu modern lakukan, melainkan gigi baru mendorong gigi lama keluar dari mulut dan, akhirnya, gusi dan giginya akan menonjol keluar dari mulut seperti gunting mengerikan. Peneliti masih terus menyelidiki bagaimana mereka menggunakan rahangnya untuk menangkap mangsanya.

3. Dunkleosteus

Dunkleosteus adalah ikan jaman prasejarah yang hidup sekitar 380 juta tahun yang lalu, dianggap sebagai mahluk laut yang paling besar di jamannya.
Dengan panjang sampai dengan 10 meter, dengan berat sekitar 3,5 ton, dipersenjatai dengan rahang yang sangat kuat, yang mungkin bisa menggigit benda logam sekalipun. Kepala dan dadanya dilapisi oleh lempeng kulit seperti baju zirah. Dunkleosteus memakan segala sesuatu yang ada laut, bahkan para anggota kecil dari spesiesnya sendiri.

4. Megalodon

Megalodon adalah spesies ikan hiu purba raksasa yang hidup sekitar 20 hingga 1,2 juta tahun lalu. Hiu ini berukuran lebih besar dari sebuah kapal pesiar. Namanya sendiri berarti “gigi yang besar”. Hewan ini termasuk jenis hiu perairan dalam yang jarang naik ke permukaan kecuali untuk mencari mangsa.
Isu yang tersebar, meski hiu ini belum pernah ditemukan dalam keadaan hidup, banyak di antara kalangan ilmuwan berpendapat bahwa hiu ini masih hidup, dan termasuk fosil hidup. Keturunan dekat hiu ini adalah hiu putih yang kita bisa lihat saat ini.

5. Basilosaurus

Basilosaurus (“Kadal Raja”) adalah genus cetacean yang hidup dari 40 hingga 34 juta tahun silam di akhir periode Eosen. Sisa sisa fosilnya telah ditemukan di Amerika Serikat (Louisiana), dan waktu itu sempat dipercaya sebagai semacam reptil laut raksasa. Walaupun penelitian lebih lanjut telah membantahkan hal ini. Fosil dari sekurangnya dua spesies lain dari takson ini telah ditemukan di Mesir dan Pakistan. Basilosaurus dapat tumbuh hingga sepanjang 18 meter (60 kaki), dan dipercaya sebagai hewan terbesar di masa saat mereka hidup. Sirip belakang mereka yang kecil telah menarik perhatian bagi para paleontologis.


6. Helicoprion

Helicoprion merupakan jenis dari hiu yang hidup sekitar 300 tahun yang lalu. Berbeda dengan hiu modern, hiu ini memiliki gigi berbentuk lingkaran yang mengingatkan pada gergaji bulat.
Tidak ada lokasi yang pasti dari “gigi-bulat” itu, mengingat bahwa “gigi-bulat” tersebut merupakan satu-satunya fosil yang dikenali. Berdasarkan rekonstruksi dari para ahli, sampai saat ini disimpulkan bahwa “gigi-bulat” tersebut terletak di bagian depan rahang bawah, yang berfungsi untuk menggali.
Salah satu hipotesis menyebutkan bahwa gigi tersebut berfungsi untuk menjebol cangkang dari kerang yang merupakan salah satu makanannya. Selain itu, ada pula hipotesis yang menyebutkan bahwa hiu ini sering berenang ke arah kumpulan ikan, dan menjebak mereka di rahang-rahangnya yang tajam.

7. Mosasaurus

Mosasaurus adalah genus mosasaur, kadal air karnivora, kadang-kadang menyerupai buaya bersirip. Mosasaurus memiliki rahang besar memanjang. Genus ini hidup pada era Maastrichtian dalam periode Cretaceous (era Mesozoik ), sekitar 70-65 juta tahun yang lalu. Namanya berartu “kadal Meuse”, karena binatang ini ditemui didekat sungai Meuse (Latin Mosa + Yunani sauros kadal). Mosasaurus pertama yang pernah ditemukan, Mosasaurus hoffmannii, ditemukan di tambang didekat Maastricht, Belanda tahun 1770-an. Seperti saudaranya, Tylosaurus dan Hainosaurus, Mosasaurus mencapai panjang sekitar 15 meter.

8. Liopleurodon

Liopleurodon termasuk dalam keluarga Pliosaur (reptil laut dari Periode Jurassic dan Cretaceous). Liopleurodon juga merupakan reptil laut pemakan daging yang memiliki ukuran sangat besar, dengan panjang tubuhnya 1,5 sampai dengan 10 meter.
Raksasa ini memiliki empat kaki yang bentuknya menyerupai dayung yang besar dan kuat, membuatnya menjadi perenang yang baik dengan kecepatan yang luar biasa.
Liopleurodon dianggap sebagai penguasa laut pada jaman Jurassic dan Cretaceous awal karena termasuk dalam predator terbesar pada masanya.


9. Kronosaurus

Kronosaurus adalah spesies sejenis dengan pliosaurus berleher pendek seperti Liopleurodon, dan seperti Liopleurodon, Kronosaurus memiliki panjang hampir 10 meter dan lengkapi dengan rahang besar dilengkapi dengan gigi sepanjang 7 sentimeter hingga 30 sentimeter Inilah sebabnya mengapa dinamai setelah Cronus, raja para Titan Yunani kuno. Kronosaurus pernah berenang di lautan Australia sekitar Jurassic dan Cretaceous awal 70 juta tahun yang lalu.

10. Pterygotus

Kalajengking purba (Pterygotus) muncul dan berenang di lautan purba pada pertengahan Masa Paleozoikum, sekitar 400 juta tahun yang lalu. Berbeda dengan kalajengking pada umumnya, bentuk kalajengking purba lebih sederhana. Tubuhnya terdiri dari banyak ruas-ruas yang terlindung cangkang tipis. Perbedaan lainnya adalah ukuran tubuh beberapa jenis kalajengking purba yang mencapai 100 kali ukuran kalajengking masa sekarang, 2 hingga 3 meter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar